Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Selain kanker payudara, jenis kanker lain yang menakutkan bagi wanita adalah kanker ovarium dan kanker serviks. Namun, banyak orang beranggapan bahwa kanker serviks dan kanker ovarium adalah sama karena sama-sama dianggap sebagai kanker organ reproduksi.

Padahal, keduanya berbeda. Selain kanker payudara, kanker serviks dan kanker ovarium merupakan jenis kanker yang sering diderita perempuan di Indonesia. Namun sayangnya, meski merenggut nyawa banyak orang, pengetahuan tentang kedua jenis kanker ini masih belum tersebar luas.

Tentang Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi di leher rahim, yang menghubungkan bagian atas rahim dengan vagina. Kanker ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Wanita yang terkena kanker serviks biasanya berusia di atas 50 tahun. Namun, bukan berarti wanita di atas usia 30 tahun tidak bisa terkena penyakit keganasan ini.

Gejala yang disebabkan oleh kanker serviks termasuk pendarahan abnormal atau bercak dari vagina. Untuk menjadi kanker serviks, dibutuhkan waktu puluhan tahun atau lama sebelum invasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan). Dengan demikian, kanker ini dapat dicegah agar tidak menjadi keganasan.

Pengujian sitologis untuk deteksi dini kanker serviks juga tersedia dan pengobatan lesi pra-invasif (bibit keganasan) telah terbukti efektif. Bahkan, ada vaksin HPV yang dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) AS pada 2006 yang dinyatakan aman untuk wanita usia 9 hingga 26 tahun.

Tentang Kanker Ovarium

Berbeda dengan kanker serviks, kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang ovarium. Kanker ovarium sering diabaikan karena tidak menunjukkan gejala nyata pada awalnya. Jika ada, gejalanya mirip dengan penyakit lain, sehingga terkadang mendapatkan pengobatan yang tidak sesuai yang harusnya mendapatkan pengobatan kanker ovarium.

  • Ada beberapa gejala kanker ovarium yang perlu mendapat perhatian. Perubahan kebiasaan menstruasi (durasi, frekuensi, volume darah dan sensasi nyeri saat menstruasi).
  • Perut membesar.
  • Perasaan tertekan di panggul atau punggung bawah.
  • Sering merasa kembung dan mual (rongga perut penuh akibat pembesaran kanker, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan).
  • Perubahan kebiasaan buang air besar dan buang air kecil (sehingga sembelit dan kesulitan menahan air seni).

Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Ovarium

Berdasarkan penjelasan di atas, salah satu faktor yang paling membedakan antara kanker serviks dan kanker ovarium adalah lokasi kanker. Pada kanker serviks yang diserang adalah leher rahim, sedangkan pada kanker ovarium adalah sel telur yang ganas. Dari segi gejala, gejala kanker serviks lebih jelas dibandingkan gejala kanker ovarium.

Pada kasus kanker serviks, vagina sering mengeluarkan darah meski tidak sedang haid. Sedangkan pada kanker ovarium, gejalanya mirip dengan gangguan pencernaan, seperti kembung, mual dan sering sembelit, sehingga mudah salah diagnosa. Penderita kanker ovarium juga umumnya merasa lebih cepat lelah dibandingkan penderita kanker serviks.

Jadi, tanpa perhatian atau pemeriksaan yang tepat, penderita kanker ovarium tidak akan menyadarinya. Sejauh ini belum ada metode deteksi dini kanker ovarium. Berbeda dengan kanker serviks di mana tes Papsmear dan tes IVA (inspeksi visual asam asetat) merupakan metode deteksi dini. Inilah sebabnya mengapa penderita kanker ovarium lebih sering didiagnosis ketika kanker telah berkembang ke stadium lanjut.

Satu-satunya cara untuk mendeteksi kanker ovarium secara dini adalah dengan memperhatikan beberapa gejala yang dijelaskan di atas. Juga sebaiknya lakukan pemeriksaan dini untuk mendeteksi kanker serviks agar tidak terlambat. Asuransi online Super You dari Sequis akan membantu masalah keuangan Anda yang membutuhkan pemeriksaan untuk kesehatan.