Peran Viskositas Dalam Produk Obat-Obatan
Peran Viskositas Dalam Produk Obat-Obatan

Peran Viskositas Dalam Produk Obat-Obatan

Di dalam dunia pembuatan obat-obatan, farmasi, dan terapeutik, viskositas menjadi salah satu faktor kunci yang harus dikelola dengan sangat tepat.

Dikenal pula dengan sebutan viscosity, efek darinya akan mempertahankan dan memastikan potensi obat untuk tetap seragam melalui semua tahap produk yang telah dilakukan.

Tak heran jika pengujian viskositas ini menjadi praktik yang sangat penting dengan kontrol kualitas di industri manufaktur farmasi dan tak boleh dilakukan secara sembarangan.

Tapi buat kamu yang masih bingung terhadap perannya dalam dunia kesehatan, maka mending ketahui dulu viskositas dari persfektif umum.

Apa itu Viscosity?

Pada dasarnya, viskositas atau viscosity ini merupakan ukuran resistensi fluida suatu zat, yang mana dapat bergerak di bawah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Secara sederhananya, cairan dengan viskositas besar akan menahan gerakan karena susunan molekulnya memberikan banyak sekali gesekan internal.

Seperti misalnya, obat sirup yang kental dan mengalir lambat menjadi ciri bahwa cairan tersebut memiliki viskositas yang tinggi daripada air yang encer dan mengalir dengan sangat cepat.

Digunakan di Dunia Farmasi

Berkat sifatnya tersebut jugalah, bentuk sediaan cair berupa suspensi, emulasi, dan dispersi memiliki aplikasi yang berbeda dalam industri farmasi.

Obat-obatan ini nantinya bisa diberikan dengan berbagai macam cara kepada pasien entah itu melalui oral, suntikan, inhalasi, tetesan, atau topikal.

Parenteral (obat yang diberikan secara suntikan, inhalasi, dan tetesan) biasanya merupakan formulasi steril, sedangkan oral cair dan luartan topikal tidaklah steril.

Nah, masing-masing dari bentuk ini memiliki standar perawatan yang berbeda dan tantangan yang harus dihadapi dalam mempertahankan viskositas produk.

Misalnya, sirup obat batuk haruslah mudah diminum tetapi masih memiliki viskositas yang cukup tinggi demi mampu melapisi seluruh bagian tenggorokan.

Sementara salep (obat topikal) haruslah memiliki viskositas yang lebih tinggi daripada obat sirup namun harus tetap mudah dikeluarkan dari kemasan dan mudah disebarkan secara merata.

Jadi singkatnya, viskositas sangatlah penting diterapkan selama proses pembuatan, pencampuran, dan pengisian.

Saking pentingnya, bahkan ada rumus baku yang digunakan untuk mempermudah pengaplikasiannya sehari-hari.