Orgasme Tanpa Mengeluarkan Sperma Apakah Termasuk Ejakulasi Dini?
Orgasme Tanpa Mengeluarkan Sperma Apakah Termasuk Ejakulasi Dini?

Orgasme Tanpa Mengeluarkan Sperma Apakah Termasuk Ejakulasi Dini?

Apakah orgasme tanpa mengeluarkan sperma itu termasuk salah satu tanda ejakulasi dini? dan bagaimana cara mengobati ejakulasi dini seperti ini? Adapun tanda-tanda bahwa tubuh sudah menunjukkan orgasme dimulai dari timbulnya kontraksi otot secara keseluruhan, namun diwaktu yang bersamaan ternyata tubuh tidak dapat mengeluarkan air mani yang mengandung sperma melalui penis saat orgasme itu terjadi.

Apakah ini termasuk salah satu gejala ejakulasi dini dan apakah ini merupakan sesuatu yang berbahaya bagi organ seksual Anda? Untuk mengetahui lebih lanjut silakan baca sampai tuntas penjelasan kami berikut ini. Sebenarnya ada beberapa penyebab sperma tidak dapat keluar pada saat Anda orgasme, antara lain adalah:

  • Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah kondisi saat tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron. Pada pria, hormon testosteron adalah kunci dari pertumbuhan dan kematangan seksual. Salah satu fungsi testosteron yaitu memproduksi sperma. Jika seorang pria mengalami hipogonadisme, ada kemungkinan masa pubertasnya terlambat atau pertumbuhan organ seksualnya tidak sempurna. Salah satunya yakni gangguan pertumbuhan pada penis dan buah zakar atau testis.

Bila pertumbuhan penis dan testis terganggu, bukan tidak mungkin produksi sperma pun akan terganggu. Pasalnya, sperma dihasilkan di testis dan tubuh memerlukan testosteron yang cukup untuk dapat memproduksi sperma secara normal.

Maka, jika Anda mengalami kondisi ini Anda berisiko mengalami impotensi, yaitu ketika penis tidak mampu mencapai ereksi dan sperma tidak keluar seperti pada ejakulasi umumnya.

  • Penyumbatan Aluran Sperma

Adanya penyumbatan di epididimis serta vas deferens dapat menganggu proses pengangkutan sperma untuk kemudian dikeluarkan melalui penis. Epididimis merupakan tempat untuk menyimpan dan mematangkan sperma. Sedangkan vas deferens merupakan saluran berbentuk tabung yang menyalurkan sperma untuk dapat keluar saat ejakulasi terjadi.

Penyumbatan di kedua bagian ini dapat menyebabkan pria tidak mampu mengeluarkan sperma saat ejakulasi. Infeksi, vasektomi (KB steril pria), dan juga permasalahan pada prostat bisa menjadi penyebab saluran sperma tersumbat.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang pasti. Namun, jika penyumbatan disebabkan oleh infeksi, biasanya muncul cairan berwarna keputihan yang keluar dari penis tanpa sengaja, terasa sakit saat buang air kecil, serta terjadi peradangan.

  • Ejakulasi Tertunda (delayed ejaculation)

Delayed ejaculation atau ejakulasi tertunda adalah kondisi saat pria memerlukan rangsangan seksual yang lebih lama dari biasanya (lebih dari 30 menit) untuk dapat mencapai klimaks dan mengeluarkan air mani berisi sel sperma. Bahkan, beberapa orang yang mengalami kondisi ejakulasi tertunda tidak dapat berejakulasi sama sekali. Ini berarti tak bisa mengeluarkan sperma saat berhubungan seksual dengan pasangannya.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, konsumsi obat-obatan, hingga gangguan mental. Ejakulasi tertunda bisa menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang terjadi seumur hidup atau terjadi dalam beberapa waktu tertentu saja dan bersifat sementara.